Tabel 20 Sifat Wajib Allah Dan Artinya Arabnya Lengkap +PDF !

Tabel 20 Sifat Wajib Allah Dan Artinya Dengan Arabnya Beserta Dalil Penjelasannya +PDF

Orang juga bertanya :

  1. Tabel 20 Sifat Wajib Allah Dan Artinya
  2. Apakah Yang Dimaksud Dengan Sifat Wajib Bagi Allah ?
  3. Apa Saja 20 Sifat Allah ?
  4. Jelaskan Pembagian Sifat Wajib Bagi Allah !

Artinya Bacanya Sifat Wajib
Ada Wujuud وجود
Terdahulu Qidam قدم
Kekal Baqo بقاء
Berbeda Dengan Makhluknya Mukhoolafatul lilhawaditsi مخالفة للحوادث
Berdiri Sendiri Qiyaamuhu Binafsihi قيامه بنفسه
Esa Wahdaniyat وحدنية
Mampu Qudrot قدرة
Berkehendak Iroodat إرادة
Mengetahui 'Ilmu علم
Hidup Hayaat حياة
Mendengar Sama' سمع
Melihat Bashor بصر
Berbicara Kalaam كلام
Yang Berkuasa Qoodiron قادرا
Yang Menentukan Muriidan مريدا
Yang Mengetahui 'Aaliman عالما
Yang Hidup Hayyan حيا
Yang Mendengar Samii'an سميعا
Yang Melihat Bashiiron بصيرا
Yang Berbicara Mutakaliman متكلما

Tabel 20 Sifat Wajib Allah - Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh, Selamat Datang para pembaca yang budiman di situs BacaTulisInfo.com. Insyaa Allah pada kesempatan kali ini admin akan membahas tentang Tabel 20 Sifat Wajib Allah yang wajib diketahui.

Tabel 20 Sifat Wajib Allah Dan Artinya

Merupakan sebuah keharusan bagi setiap insan muslim untuk mengetahui hingga mendalami ilmu tauhid yang akan menjadikan kehidupannya lebih dekat dan mencintai Allah SWT secara sadar, sehingga terbentuk menjadi muslim yang merasa dirinya tidak lepas dari pantauan Allah Robbul 'Aalamiin. 

Pengetahuan tentang Allah sebaiknya diperkenalkan kepada anak sejak dini mungkin, karena hal ini akan terus diingat olehnya hingga usia dewasa, bahkan sampai akhir hayatnya nanti.

Sudah sewajarnya sebagai orangtua yang baik mengajarkan kepada anak tentang keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Sebagai sebuah ilmu agama orangtua harus mengenalkan sifat wajib bagi Allah kepada anak anaknya.

Sifat wajib merupakan sifat yang dimiliki oleh Allah Subhaanahuwata'aala yang Maha Segala-galanya. Dengan memberitahukan dan mempelajarinya, diharapkan ilmu dan keimanan seorang muslim akan bertambah sehingga tidak ada lagi keraguan dalam menjalankan agamanya. 

Orangtua ketika mengajarkan anak anak sifat wajib bagi Allah bisa melakukanya sambil bermain dan belajar. Contohnya dengan menggunakan kartu, permainanan ingatan, atau menulis dan mencocokan sifat Allah dari bahasa Arab ke artinya yang berbahasa Indonesia.

Ketika orangtua mengajak anaknya bermain kata atau kalimat tentang 20 sifat wajib bagi Allah, banyak sekali manfaat yang didapatkan. Sebagai orantua yang mengajarkan kembali mengingat sifat Allah dan anak yang diajari bertambah pengetahuannya dan juga banyak kosa kata baru yang didengar untuk menambah wawasannya.

Ketika anak dan ortu bermain bersama, hal ini berdampak positif terhadap rangsangan otak dan kemauan anak untuk belajar karena dirasa lebih menyenangkan bagi anak, tentu metode pembelajaran seperti ini efektif saat aktifitas belajar dan memperkenalkan lebih banyak tentang 20 sifat wajib Allah.

Apakah Yang Dimaksud Dengan Sifat Wajib Bagi Allah ?

Allah subhaanahuwata'ala adalah Tuhan semesta alam yang sudah menciptakan semua kehidupan yang ada di alam dunia ini. Tidak ada tuhan selain Allah dan Dia telah mengutus para Rasul untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada seluruh manusia supaya mengetahui dan beribadah kepada-Nya.

Pada penerapannya seorang muslim harus tahu bahwa Allah subhaanahuwataala memiliki 20 sifat wajib yang harus diketahui. Pengertian dari sifat wajib bagi Allah adalah sifat yang ada pada Allah dan tidak bisa diingkari keberadaaNya.

Sifat-sifat Allah yang tertulis mencerminkan Keluhuran dan Kesempurnaan Allah yang tak terbatas, dan hal ini tidak ada yang memilikinya kecuali Dia. Menurut Qoul para ulama, Allah mempunyai banyak sekali sifat karena Allah adalah Zat Yang Maha Agung dan Sempurna. 

Akan tetapi, menurut keterangan dalil setidaknya ada 20 sifat wajib Allah yang musti diketahui secara umum. Sebagai insan yang beriman sifat wajib ini perlu difahami karena akan berdampak pada meningkatnya iman dan taqwa sehingga timbul rasa cinta kepada Allah pada setiap tingkah laku kehidupannya baik saat sendiri ataupun dalam keramaian.

Apa Saja 20 Sifat Allah ?

Seperti yang sudah kita tahu, bahwa mengenal sifat Allah termasuk kedalam ilmu Tauhid.

Tauhid ini merupakan aspek penting dan utama dalam ilmu agama islam. Oleh sebab itu, kaum muslimin hendaknya lebih mengenal Allah dengan cara mempelajari sifat wajib 20 bagi Allah.

Sifat wajib Allah mempunyai arti akan sifat kesempurnaan dan tentu pasti ada pada Nya. Semua makhluk  baik itu manusia tidak akan sanggup membayangkan wujud dari sifat wajib Allah ini, namun demikian kita tetap wajib untuk mengimaninya.

Berikut ini adalah penjelasan dari Tabel 20 Sifat Wajib Allah disertai dalil yang menyertainya :

1. Wujud

Wujud artinya Ada

Sifat wajib yang pertama Allah Subhaanahuwata'aala Wujud memiliki arti Ada. Maksudnya bahwa Allah adalah Dzat yang wujud pasti ada, Allah itu berdiri sendiri, tidak diciptakan oleh siapapun, tidak dilahirkan dan tidak ada Tuhan selain Allah. 

Sebagai bukti bahwa Allah itu wujud adalah ada dan terciptanya alam raya dan berbagai jenis kehidupan dari mulai partikel atom yang terkecil sampai luasnya alam semesta yang tak pernah terbayangkan oleh manusia seberapa luasnya jagat raya.

Dalam al Quran Allah berfirman:
Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Bagimu tidak ada seorang pun penolong maupun pemberi syafaat selain Dia. Maka apakah kamu tidak memperhatikan ? (QS. As-Sajdah Ayat 4)
Sesungguhnya, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku. (QS. TaaHa ayat 14) 

2. Qidam

Qidam (Awal)
Qidam memiliki arti terdahulu. Maksudnya, Allah adalah sang pencipta yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Oleh karena itu, tidak ada pendahulu atau yang mengawali selain Allah. Allah tidak diciptakan karena menjadi zat pertama yang mengawali semua hal.

Sifat Allah ini menjadi pertanda kalau Dia sebagai Pembuat/Pencipta lebih dahulu ada dibanding alam semesta serta didalamnya yang Dia buat sendiri.

Secara aqli, sifat Qadim ini musti ada pada Allah, karena jikalah Allah itu baru, maka Allah membutuhkan pembuat sebelum Dia. Dan logika seperti ini pastinya tidak masuk diakal.

Dalam al Quran Allah berfirman :
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Hadid ayat 3).

3. Baqo

Baqo (Kekal)
Selanjutnya adalah sifat Baqa yang memiliki arti kekal. Maknanya adalah bahwa segala sesuatu yang diciptakan Allah itu tidak memiliki sifat kekal karena hanya Allah saja yang Maha kekal. Allah tidak akan binasa atau mati tiada sifat akhir atau rusak pada sifat Allah yang kekal dan semupurna.

Keberadaan Allah itu kekal-abadi selama-lamanya, karena kekalnya Dia tiada berkesudahan.

Dalam al Quran Allah berfirman :
Tiap tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan, dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan. (QS. Al Qasas ayat 88)
Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal wajah Rabb mu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (QS. Ar Rahman ayat 26-27)

4. Mukholafatullilhawaditsi

Mukholafatullilhawaditsi (Berbeda dengan makhluk-Nya)
Sifat Allah selanjutnya adalah Mukholafatul lilhawadits bermakna bahwa Allah itu berbeda dari semua ciptaan-Nya.

Ciptaan Allah itu meliputi semua yang ada di bumi dan dilangit, tiada yang serupa dengannya. Allah itu tidak akan bisa dibayangkan oleh siapapun dan seperti apapun, karena semua bayangan imajinasi manusia itupun masih merupakan ciptaan Allah.

Sebagai contoh untuk mendapatkan pemahaman, misalnya ada seorang manusia yang mampu menciptakan sebuah robot yang sangat mirip dengan manusia asli, pastinya robot itu akan berbeda dengan pembuatnya.

Dalam al Quran Allah berfirman :
Tidak ada sesuatu apapun yang serupa dengan dia, dan dia-lah yang maha mendengar lagi maha melihat”. (QS. Asy-Syuro ayat 11)

5. Qiyaamuhu Binafsihi

Qiyaamuhu Binafsihi (Berdiri Sendiri)
Sifat ini memiliki makna bahwa Allah adalah Dzat yang tidak membutuhkan siapapun, Dia ada dengan sendirinya dan tiada apapun yang dapat mempengaruhinya. Allah tidak ada yang mengadakan atau menciptakan Dia.

Allah mampu menciptakan segala hal termasuk alam semesta dan semua makhluk yang menghuninya tanpa bantuan siapapun karena Allah adalah Tuhan yang pencipta langit dan bumi.

Dalam al Quran Allah berfirman :
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta. (QS Al-Ankabut ayat 6).

6. Wahdaaniyat

Wahdaniyat (Esa/Tunggal)
Sifat Allah selanjutnya adalah Wahdaniyat yakni Maha Esa, Allah itu Esa dalam DzatNya, SifatNya dan PerbuatanNya.

Allah itu Esa dalam DzatNya bahwa Allah itu tunggal tapi bukanlah hasil dari perkiraan, atau penjumlahan dari suatu unsur dan unsur lainnya menjadi satu. Berbeda dengan makhluknya, yang diciptkan dari berbagai unsur seperti wujud manusia yang terdiri dari kulit, daging, tulang, darah dan seterusnya untuk menjadi satu orang manusia.

Allah itu Esa dalam SifatNya maksdunya bahwa sifat Allah itu semuanya sempurna. Kesempurnaan sifat Allah itu tentu berbeda dengan makhluknya yang banyak sekali memiliki sifat kekurangan.

Allah itu Esa dalam PerbuatanNya yakni Allah melakukan sgala sesuatu atas kehendakNya sendiri tidak ada campur tangan dari siapapun atau apapun. Allah menciptakan semuanya tanpa ada yang menyuruh ataupun memaksa.
Seandainya di langit dan dibumi ada tuhan-tuhan selain Allah, niscaya langit dan bumi akan rusak. (QS. Al Anbiya ayat 22)

7. Qudrat

Qudrat (Berkuasa)

Sifat selanjutnya adalah Allah Maha Kuasa, sebagai Tuhan semesta alam kekuasaan-Nya itu mutlak tidak berbatas dan tiada seorangpun yang membatasi, Berbeda dengan makhluknya kekuasaannya itu berbatas dan ada pula yang membatasi sehingga kekuasaannya tidak mutlak.
Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. (QS Al-Baqarah ayat 20)

8. Irodat

Irodat (Berkehendak)
Allah Subhaanahuwata'aala memiliki kehendak mutlak yang ada pada Dia sendiri, sebagaimana Dia menciptakan seluruh alam semesta beserta isinya, dan ketika mencipta sesuatu tiada satupun yang memaksa atau campurtangan dari lainnya. Kehendak Allah itu mutlak, jika Allah menginginkan sesuatu pasti sesuatu itu akan terjadi, begitupun saat Allah tidak menghendaki sesuatu maka pasti sesuatu itu tidak akan terjadi.

Berbeda hal dengan keinginan dan kehendak makhluk, banyak sekali kehendak manusia dan keinginannya terhadap sesuatu, namun betapa banyak kehedak dan keinginan itu kandas tak terwujud.

Maka dari itu jika manusia memiliki kehendak tanpa adanya kehendak dari Allah maka kehendak itu pasti tak kan pernah terwujud. Jelas sekali ini membuktikan bahwasanya manusia mempunyai banyak keterbatasan karena kehendaknya sendiri pun tidak bisa terjadi tanpa kehendak dariNya.
Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia kehendaki. (QS. Hud ayat 107)

9. 'Ilmun

'Ilmun (Mengetahui)
Allah itu memiliki ilmu yang tak terbatas dan tidak ada sesuatupun yang membatasi. Allah memiliki segala pengetahuan sempurna karena semua ini adalah milikNya dan tidak akan ada yang luput sesutu apapun dariNya. 

Allah sebagai Tuhan Yang Maha Tahu, mengetahui semuanya yang ada di langit dan bumi, dari mulai yang terkecil sampai terbesar, yang tampak dan tidak tampak.

Allah mengetahui setiap apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh makhlukNya. Seandainya manusia merahasiakan sesuatu terhadap manusia lainnya, niscaya pengawasan Allah tidak akan luput terhadapnya.

Pengetahuan manusia dari dimulainya penciptaan sampai saat ini kita bisa merasakan majunya ilmu pengetahuan dari mulai adanya kendaraan, teknologi yang paling canggih, internet, dan lain sebagainya itu semua adalah sebagian kecil dari Ilmu Allah yang diberikan kepada manusia.
Dan Dia Allah Maha Mengetahui segala sesuatu”. (QS.Al Hadid ayat 3)

10. Haayat

Haayat (Hidup)
Allah itu hidup yang artinya bahwa Allah itu hidup dengan sendirinya tanpa ada yang menghidupkanNya, karena sifat kesempurnaan Allah yang tidak ada pada makhlukNya. 

Hidupnya Allah berbeda dengan manusia, karena hidupnya manusia itu ada yang menghidupkan yakni Allah Subhaanahuwata'aala, selain manusia itu dihidupkan, pada kehidupannya manusia memerlukan makan, minum, istirahat, tidur untuk menunjang segala aktifitas hidup. Allah tidak membutuhkan hal semacam itu. Hidupnya Allah itu mutlak tidak berbatas dan tidak ada yang namanya kematian atau akhir pada sifat Allah.
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. (QS.Al Baqoroh ayat 255)
Dan bertaqwalah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. (QS Al-Furqon ayat 58)

11. Sam'un

Sam'un (Mendengar)
Sam'un secara bahasa artinya mendengar suara dari suatu alat atau benda atau menangkap bunyi dengan telinga.

Sam'un secara istilah bagi Allah adalah segala sesuatu perkataan yang telah diucapkan yang menghasilkan suara kencang 
maupun perkataan dengan berbisik (suara pelan) atau masih dalam hati yang belum diucapkan melainkan Allah mengetahuinya.

Contoh kasus manusia dalam menyifati Allah tentang sifat Allah Maha Mendengar atau Sam'un
Allah Yang Maha Mendengar segala Ucapan didunia, dalam ucapan itu baik ataupun buruk. tentu kita sebagai hambanya wajib mengimani sifat Sam'un bagi Allah 
karnanya akan berpengaruh bagai kehidupan kita seperti.

Mengimani sifat mendengar bagi Allah maka akan meyakinkan kita bahwa Allah sangar sempurna dan berhak untuk kita ibadahi dan kita minta pertolongan dan ampunan dari-Nya. Seperti contoh ketika nabi ibrahim menjelaskan ketidak sempurnaan tuhan yang disembah oleh orang tua dan kaum nya dengan keadaan yang tidak dapat melihat, mendengar bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri saat dihancurkan Nabi Ibrahim dan tidak memberikan manfaat sedikipun bagi mereka yang menyembahnya.

Cerita Nabi Ibrahim Menghancurkan berhala atau patung sesembahan orang tua dan kaumnya. 
Allah Berfirman dalam surat maryam ayar 42 :Ingatkah Ketika Ibrahim berkata kepada Ayahnya : "Wahay Ayahku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak dapat mendengar, tidak dapat melihat dan tidak dapat menolongmu sedikitpun?

Seorang Hamba akan Menambah semangat seorang hamba dalam berdoa memohon pertolongan dan ampunan kepada Allah , seorang hamba yang mengetahui bahwa Allah memiliki sifat Sam'un atau mendengar tentu akan sangat senang dan bersemangat dalam doa dan dzikirnya 
akan memberinya manfaat dan permohonannya dalam setiap doa akan dikabulkan oleh Allah. Seperti contoh dalam perang Badar ketika Rasulullah dikepung oleh
kaum Qurais dan sekutunya dengan jumlah yang tidak sebanding, dengan begitu Rasulullah berdoa dan dengan doanya kaum muslimin ditolong oleh Allah.

Seorang hamba akan menambah kewaspadaan hamba dalam berucap dan mengatakan sesuatu. sebagai orang yang beriman merupakan kewajiban kita untuk menghendaki keselamatan terhadap lisannya, jangan sampai mengucapkan perkataan
yang membuat Allah Marah, murka atau laknat-Nya kepada kita.

Dalil tentang Allah Maha Mendengar atau Sam'un
Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS Al-Mujadilah ayat 1)
Allah berfirman: "Janganlah kamu berdua (Nabi Musa dan Harun) khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat". (QS Thaha ayat 46)
Dia Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan (pula), dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat. (QS Asy Syuro ayat 11)

12. Bashar

Bashar secara bahasa artinya melihat sesuatu benda atau tragedi keadaan dengan mata kepala sendiri. 

Bashar secara istilah Sifat Bashar bagi Allah adalah Allah adapat melihat segala sesuatu yang ada di dunia ini. Tidak ada perhalang bagi penglihatan Allah. Tidak dibatasi jauh atau dekat atau tidak dibatasi oleh sesuatu yang dapat menghalangi seperti tirai, tembok, sutrah atau apapun yang bersifat menghalangi. Semua bentuk kecil atau besar, panjang atau lebar, yang tampak atau tidak tampak, semuanya pasti dilihat oleh Allah yang Maha Melihat.

Dalil tentang Allah Bashar atau Maha Melihat
Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS Al Baqoroh ayat 96)

13. Kalam

Kalam (Berbicara)
Allah bersifat kalam yang berarti bahwa Allah itu berbicara dalam kitab-kitabNya yang diturunnkan kepada semua utusan nabi dan rasul untuk disampaikan kembali kepada seluruh umat manusia yang ada di muka bumi. 

Kalam Allah itu tidak sama dengan kalamnya manusia, perkataan Allah tidak sama dengan perkataan makhluknya. Karna pada hakikatnya tidak ada yang menyerupainya didunia maupun di langit akhirat. seperti lidah dan mulut yang dimiliki oleh manusia. 

Allah Subhaanahuwata'aala berbicara tanpa menggunkan alat bantu yang berbentuk apapun sebab sifat kalam Allah sangat sempurna. Sebagai bukti bahwa adanya wahyu Allah berupa al Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Sallallahu'alaihiwasallam dan kitab-kitab Allah lainnya yang diturunkan kepada para rasul sebelum Nabi Muhammad. Dalam al Quran :
Dan Allah berkata kepada Musa dengan satu perkataan yang jelas (QS AnNisa ayat 164)
Oleh karena itu, sebagai hamba Allah kita hendaknya membiasakan diri membaca dan mengucapkan kalimah-kalimah tayyibah, artinya kata-kata yang mulia, seperti ketika kita berbuat salah, maka segeralah membaca istighfar.

14. Qoodiron

Qoodiron (Berkuasa Mengadakan dan meniadakan)
Allah bersifat Qoodiron yang berarti bahwa Allah memiliki semua kehendak atas segala yang telah diciptakan-Nya. mulai dari menghidupkan, mematikan bahkan sampai urusan terkecilpun Allah yang berkuasa atas Makhluknya.

Dalam al Quran Allah berfirman :
Jika Allah menimpakan suatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan apabila Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak Pemberian-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Yunus ayat 107)
Dan jika Allah menghendaki keburukan kepada sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya. (QS. Ar-Ra’du ayat 11)

15. Muriidan

Muridan (Maha Menghendaki)
Allah bersifat Muridan berarti bahwa Allah memiliki semua kehendak atas semua makhluknya.
oleh karena itu tidak ada yang dapat menolak kehendak Allah.

Dalam al Quran Allah berfirman :
Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika tuhanmu menghendaki suatu hal yang lain. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang dia Kehendaki (QS. Hud ayat 107)
Maha Kuasa Allah, Berbuat apa yang dikehendaki-Nya (QS. Al-Buruj ayat 16)
Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya. (QS. Ar-Ra'du ayat 11)

16. 'Aaliman

'Aliman (Maha Mengetahui segala sesuatu)
Allah bersifat 'Aliman berarti bahwa Allah Mengetahui segala sesuatu yang ada di bumi dan langit, Allah mengetahui selaga bentuk ilmu bahkan dalam fikiran seorang hamba sekalipun.

Pengetahuan Allah tentu tidak sama dengan Pengetahuan kita yang terbatas. pengetahuan Allah tidak dapat kita ketahui, karna Dia-lah yang menciptakan segala sesuatu.

Dalam Al Quran Allah berfirman :
Allah Mengetahui semua yang gaib dan yang tampak, Yang Maha Besar dan Maha Tinggi (QS. Ar-Ra'du ayat 99)
Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu dzohirkan dan rahasiakan), dan Dia Maha Lembut dan Maha Mengetahui (QS. Al-Mulk ayat : 14)

17. Hayyan

Hayyan (Yang Maha Hidup)
Allah bersifat Hayyan berarti Maha Hidup, Allah terus hidup tanpa batas dan tidak pernah tidur seperti hambaNya. Dia mengawasi setiap makhluk yang ada di langit dan bumi baik manusia yang dalam keadaan tidur maupun terjaga makhluk kecil seperti semut bakteri sampai virus tak ada yang luput dari-Nya sampai seluruh alam semesta.

Dalam al quran Allah Berfirman :
Dan bertakwalah kepada Allah Yang Maha Hidup, dan tidak Mati, dan bertasbihlan dengan memuji-Nya, dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya (QS. Al-Furqon ayat 58)
Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia, Yang Maha Hidup dan Terus menerus mengurus makhluk-nya (Qs. Ali-Imran Ayat 2)

18. Samii'an

Sami'an (Maha Mendengar)
Allah bersifat Sami'an yang berarti Allah mendengar segala sesuatu suara, baik suara yang jelas maupun suara tersembunyi seperti bisikan. Tidak ada suara apapun yang terlewatkan dari pendengaran Allah.
Hembusan angin dalam seseorangpun Allah bisa mendengarnya.

Sifat mendengar Allah mencakup seluruh makhluk-Nya. Setiap suara di bumi dan langit Allah mendengarnya, baik yang lirih maupun suara yang jelas. Allah mendengar jelas perkataan Hambanya tanpa tercampur dengan suara lain.

Dalam al Quran Allah berfirman :
Barang siapa yang menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi), karena di sisi Allah ada pahala dunia dan Akhirat. dan Allah Maha mendengar lagi Maha melihat. (QS. An-Nisa ayat 134)
Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat (QS. Asy Syura ayat 11)
Sama saja (bagi Allah), siapa diantara kamu yang merahasiakan ucapanya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapannya itu, dan siapa yang bersembunyi dimalam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) disiang hari (QS. Ar-Ra'du Ayat 10 )

19. Bashiiron

Bashiiran (Maha Melihat)
Maksudnya Allah bersifat Bashiir adalah Allah melihat segala sesuatu, baik itu yang jelas dan tidak jelas, nampak maupun tidak nampak, dihadapan Allah itu semua sama saja.

Menurut Ibnu Jarir Ath-Thabari semoga Allah merahmatinya, dia berkata mengenai surat al Baqoroh ayat 96; ("Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan"). dia menerangkan bahwa Allah itu melihat apa yang dikerjakan semua makhluk, tidak ada yang smar-samar dalam ilmu Allah, Allah mengetahuinya semua dari segala sisi.

Dalam al quran Allah Berfirman :
Bertakwalah kamu kepada ALlah dan ketahulah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Baqoroh ayat 233)
Tidak ada yang menahanya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu (QS. Al-Mulk ayat 19)

20. Mutakaliman

Mutakalliman (Maha Berbicara)
Sifat yang ke 20 adalah Allah bersifat Mutakalliman yang berarti Allah itu Berbicara kapan saja yang Allah kehendaki, dengan menggunakan bahasa apa saja yang Allah kehendaki, dan Bahasan apa saja yang Allah kehendaki, dengan siapa yang Allah kehendaki.

Dalam al quran Allah berfirman :
Dan ketika musa datang untuk (munajat dengan kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Allah telah berfirman (secara langsung) kepadanya (musa). (QS. Al-A'raf ayat 143)
Wallahu'alamu Bishowab ...

Alhamdulillah, itulah Pembahasan dari Tabel 20 Sifat Wajib Allah dan Artinya dengan Arabnya, semoga dengan adanya penjelasan ini kita semua bertambah keimanannya terhadap Allah dan meyakini bahwa Allah itu memiliki banyak sekali sifat sempurna yang tak terhingga. 

20 Sifat Wajib Allah adalah sebuah ilmu yang harus dipahami semua orang Islam, karena merupakan sebagian ilmu dari ketauhidan yang harus diketahui.

Akhir kata dari admin, terimakasih kepada para pembaca yang sudah berkenan untuk mengunjungi situs BacaTulisInfo.Com, jika dirasa bermanfaat silahkan share artikel ini melalui link yang sudah disediakan, silahkan share lewat Telegram, WA dan Sosial Media lainnya.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Silahkan Share Ke Sosial Media Anda :)

Subscribe to receive free email updates: